
Banda Aceh, 30 Mei 2026 — Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas), Otto Hasibuan, melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh dengan menghadiri kegiatan Bincang Kebangsaan dan Ngopi Bareng Bang Otto yang diselenggarakan di Banda Aceh, Sabtu (30/5).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh mahasiswa, pengurus dan anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Provinsi Aceh, serta para pegiat hukum di wilayah Banda Aceh. Acara berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif sebagai ruang dialog untuk membahas berbagai isu strategis kebangsaan, perkembangan hukum nasional, serta tantangan penegakan hak asasi manusia di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Otto Hasibuan menjelaskan bahwa hadirnya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru membawa perubahan paradigma dalam sistem hukum pidana Indonesia. Menurutnya, hukum pidana tidak lagi semata-mata berorientasi pada penghukuman, melainkan juga mengedepankan upaya pencegahan dan pembinaan.
“Paradigma baru dalam KUHP dirancang agar masyarakat tidak melakukan tindak pidana, bukan hanya sekadar memberikan hukuman. Bagaimana caranya agar masyarakat dapat dicegah untuk melakukan tindak pidana. Kemudian apabila seseorang sampai melakukan tindak pidana, bagaimana agar pelaku dapat diperbaiki, memperoleh kesempatan untuk kembali ke masyarakat, serta tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Otto.

Lebih lanjut, Otto menekankan pentingnya penegakan hak asasi manusia yang berkeadilan dan berkelanjutan, termasuk di Provinsi Aceh yang memiliki kekhususan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penegakan hukum. Ia menyampaikan bahwa perlindungan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan hukum nasional.
Selain membahas isu hukum dan HAM, Otto juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan dukungannya terhadap program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia melalui program makan bergizi, yang dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Keberhasilan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan hukum dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, Program Makan Bergizi menjadi langkah strategis untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan,” kata Otto.
Kegiatan Bincang Kebangsaan dan Ngopi Bareng Bang Otto kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab secara langsung. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta masukan terkait perkembangan hukum, perlindungan hak asasi manusia, dan berbagai isu kebangsaan lainnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan berharap dapat memperkuat komunikasi dengan kalangan akademisi, organisasi profesi, dan masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi publik dalam pembangunan hukum yang berkeadilan, penghormatan terhadap HAM, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan di Indonesia.
