
Jakarta, 18 Juni 2026 – Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) menghadiri Danantara Government Strategic Forum 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Wisma Danantara, Kamis (18/6).
Hadir mewakili Kemenko Kumham Imipas, Sekretaris Kementerian Koordinator, R. Andika Dwi Prasetya; Deputi Bidang Koordinasi Hukum, Nofli; serta Plt. Deputi Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia, Fitra Arsil. Forum strategis ini turut dihadiri oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, serta para pimpinan tinggi kementerian dan lembaga.
Dalam sambutannya, Pandu Patria Sjahrir menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki fundamental aset yang kuat dan sedang menikmati bonus demografi yang menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan nasional semakin menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia sebagai penggerak utama penciptaan nilai tambah dan kesejahteraan berkelanjutan.
“Indonesia memiliki modal yang sangat kuat, baik dari sisi aset maupun bonus demografi. Tantangan kita saat ini adalah bagaimana mengoptimalkan sumber daya manusia agar mampu menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan jangka panjang bagi bangsa melalui pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Pandu.

Pandu menjelaskan bahwa Danantara memiliki peran berbeda dengan kementerian maupun lembaga pemerintah lainnya. Sebagai agen ekonomi, Danantara berfokus pada pelaksanaan investasi strategis yang diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, stabilitas nasional, dan ketahanan nasional.
Ia memaparkan bahwa sektor-sektor prioritas investasi Danantara mencakup mineral, energi terbarukan, infrastruktur digital, kesehatan, layanan keuangan, infrastruktur dan utilitas, kawasan industri, serta sektor pangan dan pertanian. Investasi tersebut tidak hanya berorientasi pada tingkat pengembalian yang optimal, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat inklusi sosial, serta mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
“Danantara hadir sebagai agen ekonomi yang berfokus pada investasi strategis. Tujuan kami tidak hanya menghasilkan tingkat pengembalian yang baik, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat inklusi sosial, serta mendukung ketahanan pangan dan energi nasional,” katanya.
Forum ini turut membahas pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. DSI akan menjadi salah satu pilar strategis di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang bertugas mengelola perdagangan komoditas strategis nasional, termasuk batu bara, crude palm oil (CPO), dan feronikel. Kehadiran DSI diharapkan dapat memperkuat tata kelola perdagangan komoditas nasional melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi operasional.

“Pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perdagangan komoditas nasional. Kami ingin memastikan transparansi yang lebih baik, mengurangi praktik under-invoicing dan under-reporting, serta menghadirkan sistem yang dapat diaudit secara terbuka,” jelas Pandu.
Lebih lanjut, Pandu menegaskan bahwa Danantara mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent) dalam setiap proses bisnis dan investasinya. Proses transisi organisasi dan operasional dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas pelaku usaha, eksportir, pembeli, maupun sektor perbankan yang telah berjalan.
“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap investasi dan proses transisi. Seluruh langkah yang dilakukan Danantara bertujuan membangun kepercayaan, memperkuat tata kelola, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Kemenko Kumham Imipas, R Andika Dwi Prasetya menyampaikan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga dalam mendukung iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan tata kelola dan koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berdaya saing.
"Partisipasi Kemenko Kumham Imipas dalam Danantara Government Strategic Forum 2026 merupakan wujud komitmen kami untuk terus memperkuat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan lintas sektor. Kami mendukung terciptanya ekosistem investasi yang kondusif, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Andika.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi panel dari narasumber yang membahas berbagai pandangan strategis terkait kondisi ekonomi, penguatan investasi, serta peran Danantara dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Forum ini juga menjadi wadah pertukaran gagasan antarpemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengelolaan investasi dan aset strategis negara.
