
Canberra, 23 Juni 2025 - Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung antara Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Indonesia Yusril Ihza Mahendra dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Australia Tony Burke, keduanya sepakat berkomitmen dalam memperkuat kerja sama di bidang keimigrasian, penanganan pengungsi, serta keamanan regional. Menko Yusril dalam pernyataannya secara khusus menyampaikan apresiasi dan berbagai usulan strategis yang menunjukkan langkah konkret dari Pemerintah Indonesia.
“Pertama-tama, kami mewakili Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Australia atas informasi intelijen yang cepat dan rinci terkait jaringan penyelundupan manusia yang menggunakan wilayah Indonesia sebagai jalur transit,” ujar Menko Yusril.
Lebih lanjut, Menko Yusril juga menegaskan kembali komitmen kuat Pemerintah Indonesia untuk memperkuat kerja sama operasional dalam menanggulangi migrasi ilegal, termasuk melalui deteksi dini, operasi bersama, dan investigasi lintas batas. “Kami juga ingin mengusulkan agar dibentuk mekanisme pertukaran informasi yang aman dan bersifat real-time, khususnya terkait aktor kunci, aliran pendanaan, serta platform digital yang digunakan jaringan penyelundupan ini,” ujarnya.
Mendagri Tony Burke yang didampingi oleh pejabat dilingkungan Kementerian Dalam Negeri Australia menanggapi dengan positif pernyataan Menko Yusril. “Secara garis besar saya menyetujui dan mendukung serta berkomitmen mewujudkan kerja sama yang lebih erat di bidang hukum, keimigrasian, penanganan pengungsi, dan keamanan, antara Australia dan Indonesia,” ujarnya.
Dalam pertemuan ini, Menko Kumham Imipas didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Keimigrasian dan Pemasyarakatan, Duta Besar Indonesia untuk Australia, dan rombongan delegasi.

