
Jakarta, 19 Februari 2025 - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menghadiri Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung (MA) yang digelar di Gedung MA, Jakarta. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra.
Selain itu, hadir pula sejumlah pejabat tinggi negara seperti Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Ketua Komisi III DPR Habiburokhman. Sidang tahunan ini menjadi ajang penyampaian laporan kinerja Mahkamah Agung sekaligus evaluasi sistem peradilan di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turut menyampaikan pidato. Presiden ke-8 RI ini mengungkapkan rasa hormat dan apresiasi terhadap laporan yang disampaikan Ketua MA serta kepada seluruh keluarga besar peradilan di Tanah Air.

"Saya mengakui baru sekarang saya sungguh-sungguh sadar dan mengerti betapa berat beban bapak-bapak, ibu-ibu hakim peradilan. Maaf, seumur hidup saya berada di sektor eksekusi, pelaksana, saya pelaku," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa para pelaku cabang kekuasaan eksekutif seringkali menganggap penegakan hukum sebagai hal yang mudah dijalankan. Namun, setelah memahami lebih dalam, ia menyadari tantangan besar yang dihadapi oleh para hakim dan aparat peradilan dalam menegakkan hukum yang adil dan transparan di Indonesia.
Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan hukum di Indonesia untuk mengevaluasi serta meningkatkan sistem peradilan guna menciptakan keadilan yang lebih baik bagi masyarakat.
