Jakarta, 14 Januari 2026 — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa Universitas Indonesia (UI) harus terus menjaga relevansi dan perannya dalam dinamika politik nasional di tengah perubahan zaman dan transisi pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Yusril saat menjadi pembicara kunci dalam peringatan 50 Tahun Surat Kabar Kampus Universitas Indonesia yang diselenggarakan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Salemba, Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Yusril menyampaikan bahwa perubahan politik dan pemerintahan merupakan keniscayaan dalam sistem demokrasi. Meski demikian, nilai-nilai intelektual, integritas, serta keberpihakan pada kepentingan publik harus tetap menjadi fondasi utama dunia akademik.
“Perubahan zaman dan pemerintahan adalah keniscayaan. Namun, nilai-nilai intelektual, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan publik harus tetap menjadi fondasi utama,” ujar Yusril.
Ia menekankan pentingnya soliditas antara mahasiswa dan alumni UI dalam menentukan arah serta langkah strategis kampus ke depan. Menurutnya, UI memiliki sejarah panjang dan kontribusi signifikan dalam perjalanan demokrasi serta politik nasional, sehingga tidak boleh tertinggal maupun abai terhadap perkembangan bangsa.
“Soliditas mahasiswa dan alumni sangat diperlukan agar UI tetap relevan dan berkontribusi nyata. Universitas Indonesia tidak boleh tertinggal dalam sejarah politik bangsa,” tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Yusril menilai bahwa kebebasan akademik dan pers mahasiswa memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan nalar kritis, etika publik, serta kontrol sosial yang konstruktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Peringatan 50 Tahun Surat Kabar Kampus Universitas Indonesia ini menjadi momentum refleksi atas peran pers mahasiswa sebagai bagian dari ekosistem demokrasi, sekaligus penjaga tradisi intelektual dan kebebasan berekspresi di lingkungan kampus.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Emil Salim dan Chairul Tanjung, yang menyampaikan apresiasi atas konsistensi pers mahasiswa UI dalam menjaga idealisme, independensi, serta kontribusi pemikiran kritis selama lima dekade.
Melalui peringatan lima dekade tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dan pers mahasiswa dalam mendukung penguatan demokrasi, penegakan nilai hukum, serta pengembangan sumber daya manusia yang berintegritas dan berorientasi pada kepentingan publik.
Komitmen tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang demokratis, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta mendorong partisipasi aktif dunia akademik dalam merespons dinamika politik dan pembangunan nasional.
