
Jakarta, 15 Juli 2025 — Kedeputian Bidang Koordinasi Keimigrasian dan Pemasyarakatan, Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) menggelar Sesi I Kegiatan Penguatan Kemampuan Berkomunikasi sebagai bagian dari pengembangan kompetensi ASN, Selasa (15/7) di Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh para pegawai di lingkungan Kedeputian Bidang Koordinasi Keimigrasian dan Pemasyarakatan, baik secara luring maupun daring.
Kegiatan resmi dibuka oleh Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Keimigrasian dan Pemasyarakatan, Nur Azizah, yang menyampaikan pentingnya komunikasi efektif dalam mendukung pelaksanaan tugas koordinasi dan sinkronisasi.
“Kami memandang perlu untuk memberikan penguatan dalam berkomunikasi, karena dalam upaya mewujudkan ASN yang profesional, adaptif, dan berintegritas, kemampuan komunikasi yang baik, benar, dan bermanfaat adalah kunci,” ujar Nur Azizah dalam sambutannya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Menko Kumham Imipas Nomor 1 Tahun 2024, khususnya Pasal 79 tentang tugas dan fungsi sekretaris deputi. Selain sebagai upaya peningkatan kompetensi teknis, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang pengembangan diri bagi ASN.
“Kami ingin membentuk ASN yang tidak hanya bekerja, tapi mampu menciptakan terobosan kreatif dan inovatif, sekaligus mencetak agen-agen perubahan. Sebagian besar peserta adalah generasi milenial yang potensial,” lanjutnya.

Pada sesi pertama ini, peserta dibekali materi bertema "Dari Hati Menuju Harmoni" oleh Rindang Adrai, seorang praktisi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) healing sekaligus happiness trainer. Dengan pendekatan interaktif dan praktik langsung, Rindang mengajak peserta mengenali serta melepaskan emosi negatif yang kerap menjadi penghambat komunikasi dan produktivitas kerja.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan kata-kata. Komunikasi yang baik juga butuh keseimbangan emosi dan energi. Ketika emosi negatif tidak terselesaikan, dampaknya bisa sangat besar, bahkan berujung pada konflik atau menurunnya semangat kerja,” jelas Rindang.
Dalam sesi yang berlangsung dinamis, peserta diajak melakukan teknik pernapasan, tapping di titik-titik tubuh tertentu, hingga eksplorasi emosi personal yang belum terselesaikan. Teknik ini disebut mampu membantu menurunkan beban emosi dan meningkatkan harmoni dalam kerja tim.
“Masalah komunikasi sering kali tidak terlihat, tapi bisa dirasakan. Misalnya, tidak percaya dengan rekan kerja, atau merasa tidak dihargai. Ini adalah bentuk emosi yang perlu diurai agar tidak menumpuk dan meledak,” ujarnya di hadapan peserta.
Kegiatan ini akan berlanjut ke sesi berikutnya yang berfokus pada latihan public speaking bersama narasumber profesional di bidang komunikasi. Kedeputian Bidang Keimigrasian dan Pemasyarakatan berharap seluruh rangkaian kegiatan ini mampu menjadi bekal bagi ASN untuk tampil lebih percaya diri dan efektif dalam menjalankan peran birokrasi yang melayani.
