
Surabaya, 7 Mei 2025 – Asisten Deputi Koordinasi Pemanfaatan, Pemberdayaan, dan Pelindungan Kekayaan Intelektual (P3KI) Kemenko Kumham Imipas, Syarifuddin, menyoroti potensi besar kekayaan intelektual (KI) di Jawa Timur, khususnya dari sektor UMKM dan pesantren. Dalam kunjungan kerja ke Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Syarifuddin menekankan pentingnya pengembangan desain industri untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.
"Kami datang untuk menggali potensi kekayaan intelektual di Jawa Timur. Ini bukan hanya soal merek, tapi bagaimana desain industri bisa menambah nilai dari produk-produk lokal, terutama UMKM dan pesantren," ujar Syarifuddin.
Ia menambahkan bahwa pelindungan kekayaan intelektual bukan hanya urusan hukum semata, tetapi strategi penguatan ekonomi rakyat.
"Desain industri harus mulai dikenalkan kepada UMKM agar produknya memiliki nilai tambah. Pesantren memiliki potensi besar yang perlu digali lebih dalam," tambahnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, menyambut baik arahan tersebut. Ia menyebut pihaknya saat ini tengah menghadapi tantangan anggaran, namun tetap berkomitmen melanjutkan fasilitasi merek dan pendampingan hukum bagi pelaku usaha.
"Kami sangat terbantu dengan dukungan selama ini. Tahun ini ditargetkan ada 500 produk yang difasilitasi merek, dan saat ini baru 75 yang masuk proses. Kerja sama ini sangat penting untuk menjaga momentum," jelas Endy.
Kakanwil Kemenkum Jatim, Haris Sukamto, menegaskan komitmennya dalam mendukung program-program strategis ini. Termasuk percepatan pendirian Koperasi Merah Putih yang akan diperkuat dari sisi regulasi dan kemudahan akses notaris.
"Kami akan terus berkomunikasi dengan notaris untuk mempercepat pendirian koperasi. Harapannya, biaya pembuatan akta bisa diseragamkan," ujar Haris.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam memperkuat ekosistem kekayaan intelektual di Jawa Timur, dengan fokus pada pemberdayaan UMKM dan pesantren sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi berbasis KI.
