
Sragen, 22 Juli 2025 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sragen menjadi pusat perhatian dengan terselenggaranya kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sekaligus aksi penanaman bibit pohon, Selasa (22/07). Kegiatan ini dipimpin oleh Dwi Nastiti, Asisten Deputi Bidang Koordinasi Strategi Pelayanan Pemasyarakatan (KSPP) Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi & Pemasyarakatan, didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Hasan Basri dan jajaran.
Sosialisasi diawali dengan penanaman lebih dari 200 bibit durian dan pepaya di lahan Sarana Asimilasi Lapas Sragen, melibatkan ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sragen. Aksi hijau ini menjadi simbol kolaborasi antara pemasyarakatan, dunia pendidikan, dan pelestarian lingkungan.
Setelah penanaman, rombongan meninjau lahan ketahanan pangan, dapur higienis, serta program pembinaan kegiatan kerja warga binaan berupa produksi mainan binatang dari sabut kelapa yang telah menembus pasar ekspor Amerika Serikat, Korea Selatan, Australia dan Belgia.
Dalam arahannya, Dwi Nastiti menekankan pentingnya pemahaman bersama atas UU Nomor 1 Tahun 2023.
“Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan hukum yang humanis, berkeadilan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Sosialisasi ini penting agar setiap insan pemasyarakatan memahami peran dan tanggung jawabnya,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan para siswa yang terlibat aktif dalam kegiatan penghijauan.
“Keterlibatan pelajar dalam kegiatan seperti ini merupakan langkah konkret dalam membangun pemahaman publik, khususnya generasi muda, tentang pemasyarakatan yang lebih terbuka dan kontributif. Kita ingin masyarakat melihat Lapas bukan dari stigma, tapi dari potensi dan kontribusi nyata yang dimilikinya,” tambah Dwi Nastiti.
Mohamad Maolana, Kepala Lapas Kelas IIA Sragen, menambahkan bahwa pemanfaatan lahan kosong menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan dan untuk mendukung program ketahanan pangan.
“Kegiatan ini menjadi jembatan antara Lapas dan masyarakat luar, terutama generasi muda. Harapan kami, hasil dari tanaman ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tapi juga membangun semangat produktivitas warga binaan,” ucapnya.
Tidak berhenti di Sragen, rombongan Asdep Koordinasi Bidang Strategi Pelayanan Pemasyarakatan Dwi Nastiti melanjutkan kunjungan kerja ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surakarta. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Rutan, Bhanad Shofa Kurniawan, yang memaparkan program-program unggulan Rutan Surakarta serta inovasi layanan pemasyarakatan yang sedang berjalan.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong sinergi dan kolaborasi lintas Kementerian/ Lembaga, meningkatkan kualitas pembinaan, sekaligus memperkuat keterbukaan dan kontribusi lembaga pemasyarakatan kepada masyarakat.



