
Jakarta, 14 Agustus 2025 — Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas) Otto Hasibuan menerima audiensi dari Batak Center di Ruang Rapat Wamenko, Kamis (14/8). Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembahasan agenda kebudayaan Batak yang akan digelar dalam waktu dekat.
Mewakili Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Batak Center, Bendahara Umum Batak Center, Ir. Lambok Sianipar menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kesediaan Wamenko Otto menerima rombongan Batak Center, sekaligus mengundang secara resmi untuk menghadiri HUT ke-7 Batak Center pada 18 Agustus 2025 yang akan dirangkai dengan Apresiasi Budaya Batak dan Festival Paduan Suara Batak.
Wakil Sekjen Batak Center, Dr. Freddy Pandiangan menjelaskan bahwa Batak Center adalah organisasi kebudayaan yang menghimpun enam puak Batak — Toba, Karo, Mandailing, Angkola, Pakpak, dan Simalungun — lintas agama dan latar belakang. Didirikan oleh 136 tokoh pada 2018, Batak Center memiliki visi membentuk masyarakat Batak yang unggul, kreatif, profesional, berintegritas, sekaligus melestarikan nilai-nilai habatkon, adat-istiadat, dan warisan budaya Batak baik benda maupun tak benda.

Staf Khusus Bidang Isu Strategis Karjono dalam kesempatan ini mengapresiasi rencana kegiatan dan menyatakan dukungan atas upaya Batak Center mendorong Ulos Fest agar diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. “Saya sangat setuju Ulos Fest diangkat ke tingkat internasional. Kementerian Kebudayaan adalah mitra strategis untuk mendorong hal ini,” ujarnya.
Menutup pertemuan, Otto menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan dan akan menyesuaikannya dengan agenda kedinasan. “Saya bangga atas komitmen Batak Center menjaga dan mempromosikan budaya Batak. Undangan ini akan saya pertimbangkan sesuai jadwal,” ungkapnya.
Wamenko Otto juga menegaskan bahwa Kemenko Kumham Imipas mendukung penuh setiap inisiatif yang dapat memperkuat diplomasi budaya dan pelestarian kearifan lokal. “Budaya adalah identitas bangsa. Ketika kita melestarikan dan mempromosikan warisan budaya seperti ulos, kita tidak hanya menjaga jati diri, tetapi juga mengangkat martabat bangsa di mata dunia,” tambahnya.
Pertemuan ini diharapkan memperkuat sinergi antara Kemenko Kumham Imipas dan Batak Center dalam memajukan diplomasi budaya, melestarikan kekayaan tradisi, dan menjadikannya bagian dari kekuatan bangsa di tingkat nasional maupun global.
Pertemuan ini dihadiri Staf Khusus Bidang Isu Strategis Karjono, Wakil Sekjen Batak Center Dr. Freddy Pandiangan, Bendahara Umum Ir. Lambok Sianipar, serta sejumlah pengurus lainnya.
