
Pematang Siantar, 14 Oktober 2025 — Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imioas) melalui Wakil Menteri, Prof. Otto Hasibuan, secara resmi membuka Sinode AM Periode (SAP) XXIV Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Pematang Siantar. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan gereja dalam membangun masyarakat yang beriman, berkeadilan, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Dalam sambutannya, Wamenko Otto Hasibuan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan gereja dalam membangun bangsa yang bermoral dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Ia menyoroti bahwa tantangan penyalahgunaan narkoba masih menjadi persoalan serius, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.
“Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pematang Siantar, dari total 1.616 warga binaan, sebanyak 1.027 orang termasuk dalam kategori kasus narkotika. Angka ini menunjukkan betapa besar tantangan yang kita hadapi bersama,” ujar Wamenko Otto.

“Namun saya optimistis, melalui kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat, kita dapat menciptakan perubahan nyata. Gereja memiliki peran penting dalam membangun karakter dan spiritualitas masyarakat agar bangsa ini semakin kuat, sehat, dan berintegritas,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian Agama, Marcel Ed Kawatu, Wali Kota Pematang Siantar Wesly Silalahi, Kapolres Pematang Siantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, Kepala Pengadilan Negeri Pematang Siantar Rinto Leoni Manullang, serta Ketua Panitia Sinode, Pdt. Leonardo Siregar. Acara ini juga dihadiri oleh para pendeta, pelayan, dan anggota jemaat GKPI Pematang Siantar
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pdt. Leonardo Siregar menyampaikan bahwa pelaksanaan sinode ini telah melalui berbagai tahap persiapan dan dukungan dari berbagai pihak.
“Kami telah melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Utara, Wali Kota Pematang Siantar, dan Bupati Simalungun. Kehadiran Prof. Otto Hasibuan menjadi kehormatan bagi kami. Kami berharap Sinode AM ini dapat berjalan dengan tertib, aman, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan GKPI,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Pematang Siantar, Wesly Silalahi, dalam sambutannya mengapresiasi peran GKPI dalam memperkuat kehidupan spiritual sekaligus mendorong kontribusi sosial di tengah masyarakat.
“GKPI tidak hanya menumbuhkan iman, tetapi juga menggerakkan aksi nyata bagi sesama. Pemerintah Kota Pematang Siantar akan terus berkolaborasi dengan gereja dalam mewujudkan kota yang inklusif, berkeadaban, dan penuh kasih,” ujarnya.
Acara kemudian ditutup dengan peresmian Sinode AM Periode XXIV GKPI 2025 oleh Wamenko Otto Hasibuan, yang ditandai dengan pemukulan gong, sebagai simbol dimulainya secara resmi rangkaian kegiatan sinode tahun ini.
