Jakarta, 5 Agustus 2025 — Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) kembali menggelar apel pagi rutin, Selasa (5/8). Staf Khusus Bidang Hubungan Luar Negeri, Ahmad Usmarwi Kaffah selaku pembina apel menyampaikan pentingnya leadership (kepemimpinan) sebagai aspek mendasar dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia menjelaskan bahwa konsep kepemimpinan sebagai suatu variabel yang hidup, dan dapat dipahami melalui tiga pilar utama: sistemik, holistik, dan terpadu
Kaffah menyampaikan bahwa kepemimpinan bukan semata-mata soal jabatan atau posisi struktural, melainkan menyangkut kemampuan mengelola diri sendiri, memahami arah, dan memberikan pengaruh positif kepada lingkungan sekitar. Di tengah dinamika kerja birokrasi yang semakin kompleks. “Setiap dari kita adalah pemimpin, minimal bagi diri kita sendiri. Maka kita harus bijak, tepat, dan cerdas dalam mengambil setiap langkah,” tegas Kaffah membuka arahannya.
Ia menilai bahwa kualitas kepemimpinan setiap individu, baik pimpinan maupun staf, akan sangat menentukan arah gerak organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, membangun kepemimpinan yang kuat dan berkarakter adalah syarat penting bagi terciptanya birokrasi yang efektif, adaptif, dan berintegritas. Memahami konsep kepemimpinan dapat dipahami melalui tiga pendekatan yakni sistemik, holistik, dan terpadu.
Pertama, secara sistemik, Kaffah menekankan pentingnya naluri dan insting seorang pemimpin dalam memimpin kelompok atau institusi. “Pemimpin harus linier dan terukur. Ada insting yang kuat dalam membawa gerbongnya,” ujarnya.
Kedua, pendekatan holistik dimaknai sebagai kemampuan melihat persoalan secara menyeluruh dan tidak sepotong-sepotong. Kaffah mengutip seorang panglima perang legendaris Jepang, Zatoi: “Mendayung dengan keras tidak ada gunanya manakala kapal diarahkan ke arah yang salah. Bekerja keras tidak akan berarti bila arahan pimpinan tidak tepat sasaran,” ujarnya menggarisbawahi pentingnya ketepatan arah dalam kepemimpinan.
Ketiga, pendekatan terpadu dilihat dari kemampuan seorang pemimpin untuk menyatukan dan mengarahkan tim, bukan memecah belah. “Terpadu adalah ciri khas karakter pemimpin—apakah ia menyatukan atau justru menuntun pada perpecahan,” tambah Kaffah.
Menutup arahannya, Kaffah berpesan agar seluruh pegawai senantiasa memberikan yang terbaik, di manapun mereka bertugas. “Jangan pernah kenal lelah melakukan yang terbaik. Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya. Maka siapkan diri kita sebaik-baiknya hingga saat itu tiba,” pungkasnya.
Apel diikuti oleh seluruh pegawai, mulai dari Staf Ahli, Staf Khusus, Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, hingga pejabat manajerial dan non-manajerial. Apel ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga ruang refleksi bersama tentang nilai-nilai kerja, kepemimpinan, dan tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar Kemenko Kumham Imipas.
