Jakarta, 20 Agustus 2025 — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menerima kunjungan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, H.E. Sudqi Al Omoush, di Jakarta, Rabu (20/8). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat persahabatan kedua negara sekaligus membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kerja sama imigrasi, pendidikan, hingga dukungan bagi perjuangan Palestina.
Menko Yusril menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memberikan kemudahan akses bagi warga Yordania yang ingin datang ke Indonesia, baik sebagai wisatawan, investor, maupun pelaku usaha. Ia juga menekankan perhatian khusus bagi sekitar 200 keluarga asal Yordania yang saat ini menetap di Indonesia.
“Jumlah warga Yordania di Indonesia memang tidak terlalu banyak, namun pemerintah ingin memastikan mereka tetap mendapat perlindungan dan kemudahan dalam berbagai urusan kependudukan maupun administrasi. Kami siap membantu jika mereka menghadapi kendala,” ujar Yusril.
Selain soal imigrasi, kedua pihak juga mendiskusikan situasi di Timur Tengah, khususnya konflik Palestina–Israel. Dubes Sudqi menyampaikan peran aktif Yordania dalam mendorong penyelesaian konflik dan mengapresiasi konsistensi Indonesia yang selalu berdiri mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Yusril menambahkan, kerja sama kedua negara juga mencakup bidang pendidikan. Saat ini, sejumlah pelajar Yordania tengah menempuh studi di Indonesia, sementara mahasiswa Indonesia juga banyak belajar di lembaga pendidikan Yordania.
“Hubungan Indonesia dan Yordania selama ini terjalin erat dan harmonis. Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat persahabatan antara Republik Indonesia dan Kerajaan Yordania,” ungkap Yusril.
Pertemuan ini turut dihadiri Staf Khusus Menko Bidang Hubungan Luar Negeri Ahmad Usmarwi Kaffah, Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media Iqbal Fadil, Deputi Bidang Keimigrasian dan Pemasyarakatan I Nyoman Gede Surya Mataram, Staf Ahli Bidang Kerja Sama dan Hubungan Antar Lembaga Cahyani Suryandari, serta Staf Khusus Bidang Isu Strategis Karjono.
