
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menerima kunjungan kenegaraan dari Catherine West MP, Parliamentary Under-Secretary of State at the Foreign, Commonwealth and Development Office, yang didampingi Dominic Jermey, His Majesty's Ambassador to Indonesia and Timor-Leste. Pertemuan yang berlangsung di kantor Kemenko Kumham Imipas, Senin (20/02/2024) ini bertujuan untuk mempererat kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah isu strategis, salah satunya adalah Transfer of Prisoner atau pemindahan narapidana antarnegara. Diskusi mencakup prosedur, tata cara, dan persyaratan yang dapat diajukan dalam kerja sama ini, dengan tujuan memperkuat koordinasi hukum yang saling menguntungkan kedua negara.

Selain itu, pembicaraan juga difokuskan pada strategi kolaborasi di bidang keadilan dan hak asasi manusia. Indonesia dan Inggris sepakat untuk mengeksplorasi pendekatan ideal yang dapat menciptakan sinergi lebih baik dalam pengembangan sistem hukum yang adil dan inklusif di tingkat internasional.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Plt. Deputi Bidang Koordinasi Keimigrasian dan Pemasyarakatan I Nyoman Gede Surya Mataram, Staf Khusus Menteri Bidang Hubungan Internasional Ahmad U. Kaffah, serta Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media Iqbal Fadil.
Menko Yusril menyampaikan bahwa kerja sama yang dibahas dalam pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan diplomatik dan hukum antara Indonesia dan Inggris. "Kerja sama di bidang hukum dan keadilan ini mencerminkan komitmen kedua negara dalam membangun tatanan hukum yang berkeadilan dan berbasis hak asasi manusia," ujar Yusril.

Sementara itu, Catherine West MP menegaskan pentingnya kolaborasi yang erat dalam menghadapi tantangan global di bidang hukum dan hak asasi manusia. "Kami percaya bahwa kerja sama yang kuat dengan Indonesia akan memberikan dampak positif bagi kedua negara, terutama dalam memperkuat sistem hukum yang adil dan manusiawi," ujarnya.
Pertemuan ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia-Inggris yang berorientasi pada penguatan kemitraan global yang inklusif dan berkeadilan. Ke depan, diharapkan hasil dari diskusi ini dapat diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan perjanjian yang bermanfaat bagi kedua negara.
