
Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Prof. Yusril Ihza Mahendra, menjadi keynote speaker dalam diskusi strategis dengan para pakar hukum dari Australia dan Indonesia, The Legal Update Conference at The Australian Embassy. Menko Yusril membahas reformasi hukum terbaru dan penguatan kerjasama bilateral.
Dalam sambutannya, Menko Kumham Imipas menyatakan bahwa pemerintah memiliki tiga agenda hukum utama yang menjadi sorotan, yakni: pengesahan KUHP baru, pemberantasan Tindak Pidana Narkoba, judi online dan Penyelundupan.
“Di Indonesia terdapat beberapa agenda utama, yaitu pengesahan KUHP baru pengganti KUHP peninggalan zaman Hindia Belanda, pemberantasan tindak pidana Narkoba, pemberantasan tindak pidana penyelundupan sumber daya alam, pemberantasan judi online, dan tindak pidana korupsi. Tindak pidana narkotika menjadi masalah serius dan menjadi penyebab overcapacity di Lapas,” jelas Yusril.
Yusril berharap melalui konferensi ini, selain memperkuat kerjasama bilateral antar Indonesia dan Australia, juga menjadi ajang pembelajaran bagi pemerintah Indonesia dalam penerapan hukum yang ada di Indonesia. Demikian pula sebaliknya.
“Harapannya dari diskusi ini, para ahli-ahli hukum di Australia dapat membantu memberi masukan dalam penanganan kasus yang cukup serius terutama di bidang Narkoba, penyelundupan dan pemberantasan korupsi,” jelas Yusril.
Kegiatan ini dibuka oleh Gita Kamath, Charge d’Affaires Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Selain itu juga ada pembicara pembuka seperti Prof. Matthew Nicolson, Pro Vice-Chancellor and President Monash Campus Monash University Indonesia, dan Dr. Parulian P. Aritonang, Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
