
Makassar, 16 Juli 2025 — Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) melalui Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Pemasyarakatan, Jumadi, menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan dan tata kelola pemasyarakatan saat melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Sulawesi Selatan pada 15–16 Juli 2025.
Pada 15 Juli 2025, Asdep Jumadi meninjau Lapas Kelas I Makassar, Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, dan Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa.
Di Lapas Kelas I Makassar, Jumadi mengapresiasi program pembinaan kemandirian yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam pabrik garmen yang memproduksi almamater, baju hazmat, hingga pakaian kasual wanita. Produk-produk ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai universitas di Makassar. Jumadi mendorong penguatan kolaborasi dengan desainer profesional serta pengembangan e-katalog untuk memperluas pasar hasil karya WBP.

Sementara di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, saat ini terdapat 369 penghuni, termasuk 8 bayi. Selain dominasi kasus narkotika, terdapat pula 23 tahanan kasus korupsi yang belum dieksekusi Kejaksaan.
Keterbatasan jumlah asesor juga masih menjadi tantangan dalam pengusulan remisi dan proses pembinaan. Meski demikian, koordinasi dengan Kanwil Ditjenpas Sulsel dan Lapas Kelas I Makassar sudah dilakukan untuk membantu penyediaan asesor tambahan.
“Kami memahami berbagai tantangan di lapangan, tetapi profesionalitas dan integritas harus tetap dijaga. Apabila ada hambatan lintas lembaga, Kemenko Kumham Imipas siap memfasilitasi, termasuk berkoordinasi langsung dengan Kejaksaan Agung,” tegas Jumadi.
Pada 16 Juli 2025, Asdep Jumadi juga menghadiri peresmian Zona Griya Abhipraya Sombere yang dikelola Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar di Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini. Acara tersebut dihadiri Kepala Biro Manajemen Kinerja dan Kerja Sama Rudi Hartono, Kepala Bapas Kelas I Makassar Surianto, unsur pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta tokoh masyarakat.

Acara diawali penampilan puisi oleh klien Bapas yang merupakan warga lorong, dilanjutkan sambutan Lurah Banta-bantaeng. Dalam sambutannya, Jumadi menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan Bapas Kelas I Makassar melalui pendirian Zona Griya Abhipraya Sombere sebagai Desa Binaan.
“Zona Griya Abhipraya Sombere bukan hanya ruang pembinaan, tetapi juga upaya nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi aktif dengan UMKM, pemerintah daerah, Babinsa, serta organisasi kepemudaan,” ujar Jumadi.
Agenda dilanjutkan dengan dialog interaktif serta penyerahan pernyataan sikap warga. Kepala Bapas Kelas I Makassar menegaskan komitmen mendukung warga melalui program budidaya tanaman, pelatihan UMKM, dan penguatan kreativitas pemuda lewat creative hub. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, penuh semangat, dan diapresiasi masyarakat. Zona Griya Abhipraya Sombere menjadi simbol semangat Pemasyarakatan, Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat serta wujud nyata sinergi pemasyarakatan dengan pemerintah dan masyarakat.
Melalui kunjungan ini, Kemenko Kumham Imipas menegaskan komitmennya memperkuat kualitas tata kelola pemasyarakatan, mendorong sinergi lintas lembaga, serta memastikan hak dan pembinaan WBP terlaksana optimal di seluruh wilayah.
