Jakarta, 28 Oktober 2025 -- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) turut berpartisipasi dalam kegiatan Gelar Wicara bertema “Peran Orang Tua dalam Pendidikan Gizi Keluarga” yang diselenggarakan oleh DWP Kementerian PPN/Bappenas di Kantor Bappenas, Jakarta, pada Selasa (28/10). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengumuman pemenang Lomba Menulis Opini Nasional dan Grand Launching Buku Antologi DWP Bappenas berjudul Perempuan Berkisah yang berisi 28 kisah inspiratif perempuan dari seluruh Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DWP Kemenko Kumham Imipas, Nova R. Andika Dwi Prasetya, bersama Dwi Nastiti selaku pengurus DWP Bidang Pendidikan, serta perwakilan anggota DWP Kemenko Kumham Imipas. Nova menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang dinilai sejalan dengan semangat pemberdayaan perempuan dan peningkatan literasi keluarga.
“Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan refleksi bagi kita semua, khususnya para ibu, untuk memperkuat peran keluarga dalam menjaga kesehatan dan gizi anak-anak. Literasi gizi adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa DWP Kemenko Kumham Imipas akan terus mendukung kolaborasi lintas kementerian karena perempuan memiliki peran strategis tidak hanya dalam rumah tangga, tetapi juga dalam pembangunan bangsa.
Kegiatan dibuka dengan laporan oleh Ketua DWP Bappenas, Yogi Retna Pungkas, yang menyampaikan bahwa acara ini merupakan rangkaian peringatan Hari Dharma Wanita Persatuan. Dalam laporannya, Yogi menjelaskan bahwa lomba menulis opini bertema Peran Orang Tua dalam Pendidikan Gizi Keluarga telah diikuti oleh 775 peserta dari seluruh Indonesia. “Kami ingin menumbuhkan semangat literasi di kalangan perempuan, khususnya terkait gizi keluarga. Melalui lomba menulis opini dan peluncuran buku antologi Perempuan Berkisah, kami ingin menunjukkan bahwa suara perempuan penting untuk didengar,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Penasihat DWP Bappenas, Ninuk Pambudy, menekankan pentingnya keberanian perempuan dalam menulis dan menyuarakan gagasan. Ia mengungkapkan kebanggaannya melihat antusiasme peserta dari berbagai profesi dan usia. “Lewat tulisan, perempuan bisa menyuarakan gagasan dan pengalaman mereka tentang gizi keluarga. Dari sini kita belajar bahwa literasi gizi bukan hanya soal makanan, tapi juga pemahaman menyeluruh terhadap kesehatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, keluarga, dan komunitas untuk mendukung kesehatan gizi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). “Menulis itu keterampilan yang perlu dilatih dan dibiasakan. Banyak guru yang ikut dalam lomba ini, dan saya percaya jika para guru bisa menjadi teladan, maka masa depan bangsa akan lebih baik. Guru adalah sosok yang digugu dan ditiru,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan panel diskusi yang dimoderatori oleh Dietra Anandani, seorang Professional Trainer dan Wellness Coach, dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Ermia Sofiyessi, Sekretaris Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, dan Rita Ramayulis, Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA). Dalam paparannya, Ermia menjelaskan pentingnya tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan pengetahuan dan akses terhadap makanan bergizi. Sementara itu, Rita menyoroti strategi pengendalian asupan lemak jenuh dan pentingnya keseimbangan nutrisi untuk mendukung gaya hidup sehat.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme ini menjadi ajang kolaborasi dan pembelajaran bersama bagi para anggota DWP lintas kementerian. Di akhir kegiatan, Ketua DWP Kemenko Kumham Imipas, Nova Andika, menegaskan kembali pentingnya sinergi perempuan dalam mewujudkan keluarga sehat dan berdaya. “Perempuan berdaya adalah pondasi bangsa yang kuat. Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar bahwa membangun Indonesia sehat dimulai dari keluarga,” pungkasnya.
