
Jakarta, 19 Juni 2025 — Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) menghadiri kegiatan pembukaan Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Kamis malam (19/6). Kegiatan tahunan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Hadirnya Kemenko Kumham Imipas menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung ekosistem hukum dan tata kelola yang kondusif bagi penguatan industri kreatif nasional.
Hadir mewakili Kemenko Kumham Imipas, Deputi Bidang Koordinasi Hukum, Nofli, didampingi oleh Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Keimigrasian, Achmad Brahmantyo Machmud; Asisten Deputi Koordinasi Materi Hukum dan Keadilan Restoratif, Robianto; serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Teknologi Informasi, Mamur Saputra.
Ketua Panitia Jakarta Fair, Hartati Murdaya, menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang pameran niaga, melainkan simbol kolaborasi dalam kebangkitan industri kreatif nasional. Ia menyampaikan bahwa sejak pertama kali diselenggarakan tahun 1968 di Monas dan kemudian berpindah ke Kemayoran pada 1992, Jakarta Fair terus menjadi ruang sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Jakarta Fair tahun ini mengusung tema “Mendukung Indonesia Maju Melalui Inovasi dan Karya Bangsa yang Berkelanjutan.” Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membuka pameran dan mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-498 Kota Jakarta.

Dalam sambutannya, Pramono menekankan bahwa Jakarta Fair bukan hanya ajang promosi dagang, tetapi juga merupakan simbol kolaborasi seluruh elemen bangsa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. “Dengan mendorong lahirnya berbagai inovasi, promosi karya anak bangsa, serta penguatan ekosistem usaha lokal yang berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pramono menyampaikan bahwa Jakarta Fair memiliki nilai historis dan kultural yang penting bagi warga Jakarta dan Indonesia secara umum. “Jakarta Fair telah menjadi bagian dari perjalanan kota ini. Setiap tahun, kegiatan ini menjadi bukti bahwa Jakarta adalah etalase ide, kreativitas, dan semangat kolaborasi nasional,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, yang turut hadir dalam pembukaan menyampaikan apresiasinya atas keberlangsungan Jakarta Fair hingga tahun 2025. Menurutnya, Jakarta Fair bukan hanya ajang kebanggaan, tetapi juga sarana penting untuk memperkuat ekonomi nasional secara menyeluruh. “Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo tidak hanya fokus pada penanggulangan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Deputi Bidang Koordinasi Hukum, Nofli menyampaikan Kehadiran Kemenko Kumham Imipas dalam acara pembukaan ini mencerminkan dukungan aktif terhadap sinergi nasional antar lembaga serta dukungan terhadap peningkatan ekonomi nasional sehingga mampu memberikan dampak kepada masyarakat.
Sebagai pameran multiproduk terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara, Jakarta Fair Kemayoran 2025 menghadirkan beragam produk unggulan, terutama dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi rakyat.
