
Batam, 24 April 2025 – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, meresmikan secara resmi pabrik Smart Factory milik PT. Pegaunihan Technology Indonesia yang berlokasi di Batamindo Industrial Park, Batam.
Acara peresmian ini menandai babak baru dalam transformasi industri berbasis teknologi di Indonesia, khususnya dalam sektor manufaktur cerdas berbasis 5G.

Dalam sambutannya, Menko Yusril menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen besar Indonesia dalam menghadapi revolusi industri berbasis digital.
“Kehadiran Smart Factory ini bukan sekadar pencapaian bagi Pegatron, tetapi juga bukti bahwa Indonesia siap menjadi pusat manufaktur berteknologi tinggi di kawasan. Dengan dukungan infrastruktur, kebijakan yang berpihak pada investasi, serta tenaga kerja yang kompetitif, kita semakin optimis bahwa Batam akan menjadi pusat inovasi industri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menko Yusril juga menyoroti manfaat luas dari keberadaan fasilitas ini bagi ekosistem industri dalam negeri.
“Smart Factory ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menjadi pusat transfer teknologi, peningkatan keterampilan digital tenaga kerja lokal, serta penguatan rantai pasok industri dalam negeri. Ini adalah langkah besar menuju kemandirian teknologi Indonesia,” tambahnya.
Fasilitas yang dikembangkan sejak tahun 2023 ini merupakan bagian dari Pegatron Corporation, perusahaan global yang mempekerjakan lebih dari 10.000 orang di seluruh dunia. PT. Pegaunihan sendiri telah aktif di Indonesia sejak tahun 2018 dan kini memperkerjakan sekitar 6.000 tenaga profesional.
Peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai sektor. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Gary Cheng selaku President & CEO Pegatron, Rizal Edwin Manansang yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, serta Ricky Kusmayadi selaku Deputi Bidang Teknologi Informasi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Juga turut hadir Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) dari Kementerian Perindustrian, serta Wong Soon Nam selaku Direktur Planning and Transformation.
Dalam kesempatan tersebut, CEO Pegatron, Gary Cheng, menyampaikan bahwa setiap krisis harus dilihat sebagai peluang. “Krisis adalah kesempatan untuk melihat potensi besar dalam inovasi. Batam adalah lokasi yang ideal dengan kesiapan teknologi cerdas yang mumpuni,” ujarnya.
Senada dengan itu, perwakilan dari Telkomsel menegaskan dukungan terhadap transformasi digital di sektor industri.
“Telkomsel berkomitmen penuh untuk mendukung smart manufacturing dan pertumbuhan bisnis bersama Pegatron, melalui penyediaan teknologi 5G,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekjen Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Rizal Edwin Manansang, menekankan pentingnya kolaborasi inovatif. “Kami berharap Pegatron dapat bekerja sama dengan kampus-kampus di Indonesia untuk menciptakan inovasi asli karya anak bangsa, dalam semangat bertumbuh bersama Indonesia,” ujarnya.
Rangkaian acara ditutup dengan prosesi pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Menko Kumham Imipas, yang dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke fasilitas Smart Factory tersebut.
Dengan hadirnya fasilitas ini, Batam semakin memperkuat perannya sebagai pusat industri berteknologi tinggi di Asia Tenggara. Didukung oleh lokasi strategis, infrastruktur memadai, serta kebijakan pemerintah yang pro-investasi, Batam menjadi pilihan ideal bagi pengembangan industri berbasis teknologi canggih seperti 5G dan automasi.
