Jakarta, 29 Oktober 2026 — Media sosial menjadi sarana strategis bagi instansi dalam menyampaikan capaian program, memberikan edukasi layanan publik, dan merespons kebutuhan informasi masyarakat. Untuk menggali strategi dan inovasi pengelolaannya, Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) menyelenggarakan Social Media Talk bertajuk “Menggali Cerita, Strategi, dan Inovasi di Balik Media Sosial Peraih Penghargaan” di Gedung Trinity, Lantai 37, Jakarta.
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pegawai Kemenko Kumham Imipas serta perwakilan dari Kementerian Hukum, Kementerian Hak Asasi Manusia, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, termasuk unit kerja dan kantor wilayah terkait. Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan oleh Mamur Saputra selaku Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Teknologi Informasi, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Sekretaris Kementerian Koordinator, R. Andika Dwi Prasetya, yang menekankan pentingnya media sosial dalam menyampaikan program dan capaian organisasi kepada masyarakat untuk membangun kepercayaan publik.
“Media sosial tidak hanya menjadi sarana untuk menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik melalui penyampaian program, kegiatan, dan capaian organisasi secara kreatif dan informatif,” ujar Andika.
Diskusi dilaksanakan dalam format panel yang terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama menghadirkan Lamtiur Gustina selaku Ketua Tim Komunikasi Publik BPSDM Kementerian Pekerjaan Umum, Putu Maha Permana Aditya selaku Pengelola Data Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi, serta Dandun Kusuma Yudha selaku Analis Keimigrasian Ahli Muda Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Selatan. Sementara itu, sesi kedua menghadirkan Emir Monti selaku Manager Corporate Communication PT Kereta Cepat Indonesia China, Dukut Wahyu selaku Officer External Communication & Stakeholder Relations Pertamina Hulu Energi, serta Ranggi Larisa selaku Analis Komunikasi Publik dan Humas BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam sesi pertama, BPSDM Kementerian Pekerjaan Umum membagikan strategi publikasi melalui penyusunan headline yang menarik, pemanfaatan tren, serta evaluasi respons audiens untuk mengukur penerimaan konten. Lamtiur Gustina menjelaskan pentingnya menyesuaikan ide konten dengan tren yang berkembang tanpa mengabaikan kebutuhan komunikasi instansi.

“Dalam pengelolaan media sosial, kita perlu membuat headline yang menarik dan mengembangkan ide konten yang relevan dengan tren saat ini. Selain itu, respons audiens juga perlu dianalisis untuk mengetahui apakah konten yang dipublikasikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar Lamtiur.
Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan turut memaparkan strategi pengembangan konten melalui format trivia, soft selling, dan point of view (POV), pemanfaatan tren populer, serta pembagian tugas tim untuk meningkatkan keterlibatan audiens.
Pada sesi kedua, PT Kereta Cepat Indonesia China memaparkan strategi pengelolaan media sosial Whoosh melalui tiga pilar konten, yaitu edukasi, hiburan (entertainment), dan percakapan (conversation). Sementara itu, Pertamina Hulu Energi dan BPJS Ketenagakerjaan membahas penyusunan strategi komunikasi berdasarkan perkembangan isu, koordinasi lintas unit, pemilahan kebutuhan komunikasi internal dan eksternal, serta audit dan evaluasi komunikasi.
Melalui kegiatan ini, Kemenko Kumham Imipas mendorong pengelolaan media sosial yang kreatif, adaptif, dan strategis. Pertukaran pengalaman antarinstansi dan perusahaan diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas komunikasi publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintah.
