Jakarta, 13 November 2025 — Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas), Otto Hasibuan, menghadiri audiensi dengan Gerakan Nurani Bangsa di Gedung STIK/PTIK Lemdiklat Polri pada Kamis (13/11). Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Komisi Percepatan Reformasi Polri dalam menghimpun pandangan, rekomendasi, dan masukan dari berbagai elemen masyarakat guna mendorong perbaikan institusi kepolisian secara menyeluruh.
Sebagai salah satu anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 7 November lalu, Otto Hasibuan berdialog dengan para tokoh nasional yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa. Hadir di antaranya Sinta Nuriyah Wahid, Komaruddin Hidayat, Franz Magnis-Suseno, Gomar Gultom, Kardinal Ignatius Suharyo, dan Lukman Hakim Saifuddin. Turut hadir Ketua tim Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie beserta anggota Tim.
Pertemuan tersebut membahas berbagai rekomendasi dan masukan bagi komisi terkait perbaikan institusi kepolisian. Seluruh hasil audiensi akan dirangkum dan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari laporan resmi komisi.
Dalam kesempatan itu, Sinta Nuriyah Wahid menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan audiensi tersebut. Ia menilai forum tersebut menunjukkan adanya komunikasi yang baik serta membuka ruang kolaborasi dalam upaya memperbaiki Polri. “Audiensi ini membuktikan bahwa ada kesediaan untuk mendengar dan bekerja bersama demi perbaikan Polri,” ujarnya.
Usai pertemuan, Otto Hasibuan menegaskan bahwa Komisi Reformasi Polri membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan.
“Pembentukan komisi ini adalah kesempatan emas untuk memperbaiki institusi Polri. Kami ingin mendengar langsung suara masyarakat,” ujar Otto.

Ia menekankan bahwa komisi tidak hanya mengumpulkan daftar persoalan, tetapi juga mencari solusi konkret yang dapat diimplementasikan.
“Kami tidak hanya mencari apa saja persoalannya, tetapi yang lebih penting adalah solusinya. Setiap masukan akan kami verifikasi agar dapat menjadi rekomendasi yang tepat kepada Presiden,” tegasnya.
Otto menilai kontribusi masyarakat sangat penting untuk memastikan arah reformasi tetap sejalan dengan kebutuhan publik serta dinamika keamanan nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang juga anggita Komisi mengucapkan terima kasih dan menegaskan bahwa Polri berkomitmen menjaga kepercayaan publik. Polri membuka diri terhadap berbagai masukan, serta secara internal terus melakukan evaluasi dan perbaikan kinerja untuk memenuhi harapan masyarakat. Ia menambahkan bahwa Polri tidak hanya membenahi diri dari dalam, tetapi juga mengundang partisipasi masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan institusi kepolisian yang semakin profesional dan humanis.
Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian melalui agenda reformasi yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.
