
Jakarta, 28 April 2025 – Kedeputian Bidang Koordinasi Keimigrasian dan Pemasyarakatan menggandeng Biro Manajamen Kinerja dan Kerja Sama (MKKS) untuk membedah rencana aksi yang telah dicanangkan. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya yang bertujuan untuk memastikan bahwa setiap program kerja dapat berjalan efektif, terukur, dan selaras.
Dilakukan secara daring, rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Imipas, Nur Azizah Rahmanawati, yang diikuti oleh penyusun Rencana Kerja dan Anggaran Kementetian Negara/Lembaga (RKAKL) pada masing-masing asisten deputi (asdep) dan seluruh staf sekretariat deputi. Dalam arahannya, Sesdep Nur Azizah menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memvalidasi sekaligus mendiskusikan langsung rencana aksi yang akan menjadi acuan pelaksanaan kegiatan ke depan.
”Jadikan kegiatan ini diskusi secara mendalam untuk mempermudah perencanaan kegiatan, baik secara kelompok maupun individu," jelas Nur Azizah.

Pada kesempatan tersebut, Widi, Jabatan Fungsional Tertentu dari Biro Manajemen Kinerja dan Kerja Sama, memaparkan matrikulasi perencanaan kerja secara menyeluruh hingga pada hasil kinerja pegawai. Ia menekankan, sangat besar harapan Kemenko Kumham Imipas bahwa seluruh target kinerja yang sudah dituangkan dalam perjanjian kinerja dapat terealisasi dan dipertanggungjawabkan secara akuntabel.
Selanjutnya masing-masing perwakilan asisten deputi berdiskusi langsung dengan staf Biro Manajemen Kinerja dan Kerja Sama, Wardani, dalam membedah dan mempertajam rancangan rencana aksi.
”Mulai dari proses awal sampai dengan hasil kerja, semua yang dituangkan harus jelas dan tajam baik secara kualitatif ataupun kualitatif. Adapun output kualitatif secara menyeluruh dapat diukur di akhir periode,” tambah Wardani.
Melalui kegiatan ini, diharapkan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pada unit kerja terkait dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berorientasi pada hasil. Adapun setelah kegiatan ini, diskusi harus dilakukan secara terus menerus sebagai langkah monitoring ketercapaian kinerja agar target dapat terpenuhi.
