
Jayapura, 15 Agustus 2025 — Pemerintah, tokoh adat, dan para kreator Papua duduk bersama di Jayapura, membahas cara melindungi sekaligus memanfaatkan kekayaan intelektual Papua agar tetap lestari dan bermanfaat bagi masyarakat. Forum ini digelar di Aula Kanwil Kemenkum Papua dengan tema “Membangun Ekosistem Kekayaan Intelektual Papua Secara Berkelanjutan.”
Acara yang digagas Asisten Deputi Koordinasi Pemanfaatan, Pemberdayaan, dan Pelindungan Kekayaan Intelektual (P3KI) Kementeria Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan ini menghadirkan tiga narasumber utama dan diikuti 75 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari instansi pemerintah, akademisi, pelaku industri kreatif, ketua komunitas adat, hingga organisasi masyarakat.
Kepala Kanwil Kemenkum Papua, Anthonius Mathius Ayorbaba, menegaskan bahwa pelindungan hukum harus benar-benar berpihak pada pemilik budaya, khususnya masyarakat adat Papua.
"Kekayaan budaya Papua adalah identitas yang harus dijaga. Kita tidak boleh hanya melindungi secara hukum, tetapi juga memastikan pemanfaatannya adil dan berkelanjutan bagi komunitas adat sebagai pemiliknya,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi P3KI, Syarifuddin, menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang sinergi antara kebijakan nasional dan kebutuhan lokal.
"Melalui forum seperti ini, kita ingin memastikan bahwa tata kelola kekayaan intelektual berjalan inklusif, transparan, dan sesuai dengan konteks masyarakat Papua,” kata Syarifuddin.
Para narasumber membahas isu-isu penting seputar penguatan ekosistem KI, keamanan hak digital, serta tata kelola royalti musik. Diskusi interaktif membuka ruang pertukaran gagasan, penyerapan aspirasi, dan komitmen bersama untuk membangun ekosistem KI Papua yang adaptif terhadap era digital dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pemilik budaya.
Kegiatan rakor ini juga dilaksanakan dengan metode daring melalui zoom meeting yang diikuti peserta luar kota Jayapura seperti di Diana Mall Timika, Hotel Horison Diana Timika, Hotel Horison Ultima Timika, Hotel Maurenz Serui, Cafe n Resto Amungme Timika yang seluruhnya berjumlah 20 orang.
Dengan sinergi bersama, masyarakat diharapkan ikut berperan aktif menjaga dan memanfaatkan kekayaan intelektual Papua agar tetap hidup, lestari, dan membawa manfaat bagi generasi mendatang.
