
JAKARTA 30/1/2025 -- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) 2024-2026 menemui Menteri Koordinator bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. Sejumlah hal didiskusikan, termasuk penguatan jaringan mahasiswa Islam di Asia Tenggara dan pokok-pokok gerakan HMI saat ini.
Hadir Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan didampingi Sekjen Muh. Jusrianto, Kabid Ekonomi Pembangunan Ibnu Tokan, Kabid Hukum Pertahanan dan Keamanan Rifyan Ridwan Saleh, dan Kabid Hubungan Internasional Muhammad Arsy Jailolo.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta, Kamis (30/1), Ketum PB HMI Bagas Kurniawan meminta masukan dari Menko Yusril sebagai kader senior HMI untuk memperkuat peran HMI dan memunculkan kader-kader terbaik ke depan yang dapat berkontribusi untuk negara.
Bagas menambahkan, saat ini, semakin sedikit kader-kader HMI yang menjadi tokoh atau mendapatkan posisi di pemerintahan. "Dari pengamatan saya dalam 10 sampai 15 tahun terakhir, jumlahnya terus berkurang. Kami berharap ke depannya, kader-kader HMI akan kembali tampil dan menjadi pemimpin nasional," ujarnya.
PB HMI, lanjut Bagas, sedang fokus pada upaya membangun SDM unggul untuk Indonesia Emas 2045 melalui berbagai kegiatan. "Kami sering melakukan penelitian, pendidikan, sertifikasi hingga advokasi. Untuk agenda terdekat kami, kami akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan hingga malam puncak perayaan dies natalis ke 78 tahun HMI pada 5 Februari mendatang," jelasnya.
Isu tentang pengembangan SDM juga disampaikan Sekjen PB HMI Muh. Jusrianto yang menyebut pentingnya membangun dan mempersiapkan SDM yang profesional dan siap bersaing di era disruptif.
"Anak muda tak boleh tertinggal, apalagi para pemuda muslim. Olehnya kita harus membangun sistem pengembangan SDM yang kuat dan berdaya saing, manajemen kaderisasi sebagai salah satu cara untuk mencapai Indonesia Emas," tegas Jusrianto.
Yusril yang aktif di HMI pada era 1970-an mengungkapkan kerinduannya terhadap gerakan-gerakan pemuda khususnya HMI yang progresif. Yusril berpesan agar HMI fokus pada pengembangan SDM dan mengarahkan kader-kader pada sains dan teknologi.
"Saya ini alumni HMI, tapi HMI hari ini di era reformasi. HMI harus berbenah dan terus mengevaluasi diri. Saya berharap kader-kader HMI lebih progresif. Muncul kader-kader profesional dan punya pemahaman sains teknologi yang memadai untuk bersaing di dunia internasional. Jika perlu, HMI kirim 1.000 kader ke luar negeri setiap tahun untuk mencapai master dan doktor berbagai bidang llmu. jelas Yusril. HMI harus berinvestasi SDM yang tangguh untuk membangun masa depan bangsa, tegas Yusril.
Dalam kesempatan itu, Menko Yusril juga berpesan agar HMI memperkuat kerja sama membangun jaringan dengan mahasiswa Islam di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina.*
