Berita

Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia

Menko Yusril: Inovasi dan Integritas Kunci Membangun Generasi Indonesia Mendunia

WhatsApp Image 2026 07 27 at 14.16.16Tangerang Selatan, 27 Juli 2026 – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa inovasi, integritas, dan semangat belajar sepanjang hayat merupakan fondasi utama bagi lahirnya generasi Indonesia yang mampu menjawab tantangan global. Menurutnya, kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tidak akan menggantikan peran manusia yang memiliki karakter, etika, dan kemampuan berpikir kritis.

Hal tersebut disampaikan Yusril saat menjadi keynote speaker pada Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 bertema "Mencetak Generasi yang Inovatif, Berintegritas, dan Mendunia" di Universitas Terbuka, Jakarta.

Dalam paparannya, Yusril mengajak para calon wisudawan untuk memandang wisuda bukan sebagai akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari proses pembelajaran yang akan berlangsung sepanjang hayat. Ia mengapresiasi para mahasiswa Universitas Terbuka yang mampu menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai tanggung jawab, mulai dari bekerja, mengurus keluarga, hingga menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Saya tidak pernah berhenti belajar. Gelar sarjana bukan tanda bahwa proses belajar telah selesai, melainkan modal untuk terus mengembangkan diri menghadapi perubahan zaman," ujar Yusril.

Ia kemudian membagikan kisah perjalanan pendidikannya, mulai dari bersekolah di SMA sore hingga malam hari di Belitung, kemudian diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.

Yusril juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap berbagai khazanah ilmu pengetahuan. Menurutnya, seorang intelektual Indonesia harus mampu memahami pemikiran Barat, Timur, maupun Islam tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

"Kita belajar dari semua sumber. Sebagai intelektual Indonesia, jangan menjadi orang Barat di dunia Timur, tetapi jadilah orang Indonesia yang memahami pemikiran Timur, Barat, dan Islam secara utuh," katanya.

Menyoroti perkembangan teknologi, Yusril menjelaskan bahwa kehadiran AI telah mengubah cara manusia bekerja dan mengambil keputusan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa teknologi hanya menjadi alat bantu, sedangkan kemampuan berpikir, memahami konteks, serta membangun nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi keunggulan manusia yang tidak dapat tergantikan.

Menurutnya, pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memahami dinamika sosial, hukum, ekonomi, dan geopolitik yang saling terhubung di tingkat global.WhatsApp Image 2026 07 27 at 14.16.18

Mengulas tema seminar, Yusril menjelaskan bahwa inovasi lahir dari kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Semakin tinggi kepedulian seseorang terhadap masalah di sekitarnya, semakin besar peluang untuk melahirkan solusi yang bermanfaat.

"Bangsa yang maju bukanlah bangsa yang tidak memiliki masalah, tetapi bangsa yang memiliki banyak orang terdidik yang mau memikirkan dan menyelesaikan persoalan yang dihadapinya," ujarnya.

Selain inovasi, Yusril menegaskan bahwa integritas merupakan modal sosial yang paling berharga. Menurutnya, integritas tercermin dari kesesuaian antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan, serta diuji ketika seseorang memiliki kesempatan untuk berbuat menyimpang tanpa diketahui orang lain.
"Kepercayaan dibangun dalam waktu yang panjang, tetapi dapat runtuh hanya karena satu ketidakjujuran. Karena itu, integritas harus menjadi pegangan setiap insan terdidik," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penegakan hukum tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan kelembagaan. Hukum, menurutnya, harus dijalankan dengan landasan etika dan hati nurani agar mampu menghadirkan keadilan yang sesungguhnya bagi masyarakat.

Mengakhiri paparannya, Yusril berharap para calon wisudawan Universitas Terbuka terus mengembangkan kapasitas diri, menjaga integritas, serta berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka Ali Muktiyanto menyampaikan bahwa Seminar Wisuda menjadi bagian penting dalam membekali para calon wisudawan sebelum mengikuti prosesi wisuda. Ia menyebut Universitas Terbuka saat ini memiliki sekitar 2,3 juta alumni dan hampir 900 ribu mahasiswa aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurutnya, kehadiran Menko Yusril diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para calon wisudawan untuk terus belajar, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Senat Akademik Universitas Terbuka Hanif Nurcholis, Wali Kota Ternate Muhammad Tauhid Soleman, Wali Kota Pariaman Yota Balad, Komisaris Independen PT PLN Ali Masykur Musa, jajaran pimpinan Universitas Terbuka, para guru besar, dosen, serta ribuan calon wisudawan Universitas Terbuka.

logo besar kuning
 
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG HUKUM
HAK ASASI MANUSIA, IMIGRASI, DAN PEMASYARAKATAN
REPUBLIK INDONESIA
PikPng.com school icon png 2780725   Jalan H.R. Rasuna Said Kav. X6 No.8 Kuningan, Jakarta Selatan 12940
PikPng.com phone icon png 604605   08-xxxx-xxxx
PikPng.com email png 581646   Email Kehumasan
    humas.kumhamimipas@gmail.com
     
     

 

facebook kemenkumham   twitter kemenkumham   instagram kemenkumham   linked in kemenkumham   Youtube kemenkumham   rss kemenkumham

facebook kemenkumham   twitter kemenkumham   instagram kemenkumham   linked in kemenkumham   Youtube kemenkumham   rss kemenkumham

PikPng.com school icon png 2780725   Jalan H.R. Rasuna Said Kav. X6 No.8 Kuningan, Jakarta Selatan 12940
PikPng.com phone icon png 604605   +6812-345678
PikPng.com email png 581646   rohumasti@kumham-imipas.go.id
PikPng.com email png 581646   rohumasti@kumham-imipas.go.id

Copyright © Pusat Data dan Teknologi Informasi
Kemenkumham RI