
Bogor, 19 September 2025 — Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) menyelenggarakan Pelatihan Keprotokolan dan Pengamanan Pimpinan di Hotel Royal Safari Garden, Bogor, pada Jumat (19/9). Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) yang meliputi seluruh pegawai yang terlibat langsung dalam lingkungan kerja terdekat pimpinan Menko dan Wamenko, seperti pramusaji, petugas keamanan, sekretaris pribadi (sespri), ajudan (ADC), tim pengawal, dan staf tata usaha.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kemenko Kumham Imipas, R. Andika Dwi Prasetya, dan dihadiri oleh Kepala Biro Umum dan Keuangan, Dannie Firmansyah, serta Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Imigrasi dan Pemasyarakatan, Nur Azizah.
Dalam sambutannya, Andika menegaskan pentingnya penguatan kompetensi di bidang keprotokolan dan pengamanan pimpinan, tidak hanya bagi ASN, tetapi juga bagi seluruh unsur pendukung yang bertugas di lingkungan terdekat pimpinan.

“Pelatihan ini bukan hanya ditujukan bagi pejabat struktural, tetapi juga untuk seluruh pegawai yang berada di lingkungan kerja terdekat Menko dan Wamenko, mulai dari pramusaji, security, sespri, ADC, tim pengawal, hingga staf TU Pimpinan. Mereka adalah garda terdepan dalam mendukung tertib dan hikmadnya suatu penyelenggaraan kegiatan pimpinan sekaligus menjaga citra dan marwah lembaga,” ujar Andika.
Ia menambahkan, melalui pelatihan ini diharapkan para peserta semakin siap melaksanakan tugas dengan profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab. “Kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan untuk memperdalam ilmu, menambah pengalaman, serta memperkuat keterampilan teknis sehingga Kemenko Kumham Imipas dapat tampil lebih solid di hadapan publik,” imbuhnya.
Pelatihan menghadirkan narasumber berkompeten, yaitu Gigih Rizki Yuwantra (Kepala Subbagian Acara III Bagian Acara Biro Protokol Sekretariat Presiden), Mayor Eko Sukoco (Wakil Komandan Detasemen 1 Grup C Pasukan Pengamanan Presiden), dan Agus Triyanto (Kepala Seksi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dilaksanakan melalui sesi diskusi, praktik lapangan, serta simulasi keadaan darurat. Dengan metode tersebut, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga kesadaran kolektif akan pentingnya sinergi antara protokol, pengamanan, dan unsur pendukung lainnya dalam mendukung tugas pimpinan.
