Jakarta, 22 Oktober 2026 — Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) menyelenggarakan Workshop Literacy AI di Aula Kemenko Kumham Imipas, Lantai 37 Trinity Tower, Kamis (22/10). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pegawai dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung produktivitas serta kualitas pekerjaan di lingkungan instansi.
Workshop ini menghadirkan Anjas Maradita sebagai narasumber dan dihadiri Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Teknologi Informasi, Mamur Saputra, Sekretaris Deputi Koordinasi Keimigrasian dan Pemasyarakatan, Nur Azizah, serta perwakilan dari Kementerian Hak Asasi Manusia.
Dalam pemaparannya, Anjas Maradita menjelaskan konsep dasar AI serta pemanfaatannya untuk mendukung analisis data, penyusunan dokumen kebijakan, surat-menyurat, dan penulisan laporan secara lebih cepat dan efisien. Peserta juga dibekali strategi penyusunan prompt yang efektif untuk mengoptimalkan penggunaan model AI, seperti ChatGPT dan Gemini, sesuai kebutuhan pekerjaan.
“Dalam pemanfaatan AI untuk pembuatan konten, penyusunan prompt harus dilakukan secara terstruktur dan terperinci, mulai dari penentuan tujuan, subjek, aksi, hingga lingkungan dalam adegan. Instruksi yang jelas dan spesifik, disertai evaluasi serta penyempurnaan prompt, akan membantu menghasilkan konten yang lebih sesuai dengan kebutuhan,” ujar Anjas Maradita.
Selain itu, workshop membahas pemanfaatan AI dalam mendukung komunikasi publik, pengelolaan informasi, serta optimalisasi alur kerja digital tanpa memerlukan kemampuan pemrograman (coding) yang rumit. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu pegawai memanfaatkan teknologi secara efektif dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Teknologi Informasi, Mamur Saputra, menyampaikan bahwa perkembangan AI memberikan peluang bagi pegawai untuk meningkatkan kecepatan dan kreativitas dalam bekerja, khususnya dalam penyusunan materi publikasi dan pengelolaan media sosial.
“Perkembangan AI membuka peluang untuk bekerja lebih cepat dan kreatif dalam tugas-tugas. AI dapat membantu mencari bahan, membuat berita, dan kreasi media sosial,” ungkap Mamur.
Ia juga mendorong pegawai untuk terus mengembangkan kreativitas, mengeksplorasi berbagai ide, serta memanfaatkan teknologi AI secara optimal guna menghasilkan konten publikasi yang lebih berkualitas dan informatif.
Melalui Workshop Literacy AI ini, Kemenko Kumham Imipas berharap kapasitas digital pegawai semakin meningkat sehingga pemanfaatan teknologi AI dapat mendukung efektivitas kerja, inovasi, dan penyampaian informasi publik yang berkualitas kepada masyarakat.
