Jakarta, 27 Februari 2026 — Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Iman dan Taqwa bagi seluruh sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kementerian, Jumat (27/2), di Rumah Dinas Menko Kumham Imipas serta dihadiri oleh Pimti Madya dan Pratama dari Kementerian Hukum, Kementerian HAM, dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kegiatan ini diisi dengan pengajian, pemberian santunan untuk anak-anak dari Panti Yatim Indonesia, dan tausyiah.
Momen ini digunakan untuk menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai syukur dan syakur sebagai landasan spiritual aparatur, termasuk dalam menghadapi berbagai ujian dan dinamika kehidupan maupun tugas kedinasan.
Dalam tausyiah yang disampaikan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dijelaskan bahwa syukur merupakan sikap mengakui dan menerima nikmat Allah dengan hati, lisan, dan perbuatan, sedangkan syakur merupakan tingkatan syukur yang lebih tinggi, yakni kemampuan untuk tetap bersyukur secara konsisten dalam segala keadaan, termasuk saat menghadapi musibah. Sikap syukur tercermin dari kesadaran bahwa setiap keadaan mengandung hikmah, sementara syakur menunjukkan kedalaman iman seseorang yang tetap melihat ujian sebagai bagian dari kasih sayang dan proses peningkatan derajat dari Allah.
Menteri Koordinator Bidang Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Agama yang telah berkenan hadir dan memberikan tausyiah kepada jajaran Kemenko Kumham Imipas. Ia menegaskan bahwa penguatan nilai keimanan dan ketakwaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter aparatur yang berintegritas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Agama yang telah memberikan tausyiah kepada kami dan seluruh jajaran. Penguatan iman dan takwa merupakan fondasi penting dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara,” ujar Yusril.
Ia menambahkan, nilai syukur tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ucapan, tetapi juga dalam sikap dan tindakan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan amanah pelayanan publik. Aparatur yang memiliki sikap syukur dan syakur diharapkan mampu menjaga integritas, kesabaran, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kemenko Kumham Imipas dalam membangun SDM yang tidak hanya profesional secara kompetensi, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan spiritual. Melalui kegiatan pembinaan rohani secara berkelanjutan, diharapkan terbentuk lingkungan kerja yang harmonis, berintegritas, serta berorientasi pada pengabdian kepada bangsa dan negara.
