Lampung, 26 September 2025 — Bahaya proxy war yang kian mengintai Indonesia menjadi pesan utama Staf Khusus Bidang Politik dan Kemasyarakatan, Randy Bagasyudha, saat menghadiri penutupan Kongres BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) di Lampung. Mahasiswa dinilai menjadi garda terdepan menjaga persatuan bangsa dari ancaman proxy war.
Dalam kesempatan itu, Stafsus Randy menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa. Ia mengingatkan ancaman serius proxy war yang kerap menyusup dalam berbagai bentuk. “Indonesia Emas 2045 hanya bisa tercapai jika seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa, mampu menjaga persatuan dan tidak terjerumus dalam jebakan proxy war,” tegasnya.
Stafsus Randy menjelaskan, proxy war merupakan bentuk perang modern yang bertujuan memecah belah bangsa, mengganggu stabilitas, serta melemahkan masa depan generasi muda. Menurutnya, ancaman tersebut hadir tidak selalu dalam bentuk militer, melainkan melalui infiltrasi sosial dan budaya.
“Proxy war bisa masuk lewat narkoba, LGBT, seks bebas, judi online, game online, radikalisasi, hingga pelemahan karakter bangsa melalui nilai-nilai yang tidak sejalan dengan jati diri Indonesia,” ujar stafsus Randy di hadapan para peserta kongres.
Ia juga menegaskan bahwa generasi muda harus kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh arus globalisasi yang dapat merusak sendi-sendi kebangsaan. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga ideologi dan membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Stafsus Randy menyoroti sejumlah program pemerintah yang tengah dijalankan sebagai upaya membangun ketahanan bangsa. Ia mencontohkan program MBG dan Food Estate yang dinilai dapat memperkuat kemandirian nasional. “Program seperti MBG maupun Food Estate adalah bagian dari langkah pemerintah untuk menyiapkan generasi yang kuat, mandiri, dan siap menghadapi tantangan global,” jelasnya.
Penutupan Kongres BEM SI ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa untuk memperkuat jejaring dan komitmen dalam menjaga persatuan bangsa. Stafsus Randy berharap seluruh peserta dapat menjadi motor penggerak yang membawa semangat kebangsaan ke kampus masing-masing.
