
Jayapura, 10 Juni 2025 — Menanggapi potensi kerawanan masuknya Warga Negara Asing secara ilegal melalui jalur perbatasan, Kemenko Kumham Imipas melalui Tim Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Keimigrasian melakukan kunjungan ke Polda Papua (10/6). Kegiatan ini difokuskan untuk menggali informasi, membangun kerja sama, dan merumuskan langkah strategis dalam memperkuat pengawasan di kawasan perbatasan Skouw yang menjadi pintu masuk lintas negara Indonesia – Papua New Guinea (Papua Nugini).
Kegiatan ini dipimpin oleh Dani Cahyadi selaku Analis Keimigrasian Ahli Madya mewakili Tim Asdep Tata Kelola Keimigrasian Kemenko Kumham Imipas, dan diterima langsung oleh Kompol Tofan Irdianto, Kasubdit Keamanan Negara Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Papua. Hadir pula dalam kegiatan ini perwakilan dari Tim Asdep Tata Kelola Keimigrasian, serta sejumlah pejabat imigrasi seperti I Gede Semarajaya, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Papua dan Edmon Arwin, Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura.
Dani Cahyadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari upaya koordinasi dan sinkronisasi lintas instansi terkait pengawasan Orang Asing. “Kami ingin memastikan bahwa pengawasan terhadap perlintasan di PLBN Skouw berjalan dengan optimal dan sinergis antara imigrasi, kepolisian, dan instansi terkait lainnya,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kompol Tofan Irdianto menyatakan bahwa Polda Papua telah melakukan berbagai upaya pengawasan melalui TIMPORA dan patroli perbatasan bersama. “Kebanyakan Orang Asing masuk ke Skouw untuk berkebun, mengunjungi keluarga, atau berdagang di pasar perbatasan. Kami siap mendukung kerja sama yang lebih kuat dalam pengawasan ini,” tegasnya.

Dani Cahyadi menekankan pentingnya upaya pencegahan masuknya WNA secara ilegal melalui jalur tikus. “Kami berharap kerja sama ini bisa menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Isu masuknya WNA ilegal perlu kita atasi bersama,” ucapnya. Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan terdapat sistem pertukaran data antara Polri dan Imigrasi untuk mendukung fungsi pengawasan.
Ia juga menyoroti pentingnya pertukaran data dan sistem informasi antara Polri dan instansi keimigrasian. “Kami ingin memastikan apakah saat ini Polri sudah memiliki sistem khusus dalam pengawasan Orang Asing. Jika ada, tentu kami berharap itu bisa diintegrasikan atau dipertukarkan dengan sistem milik imigrasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kompol Tofan Irdianto menyebut bahwa Polda Papua telah menjalankan fungsi pengawasan sesuai peraturan terbaru. “Kami menerima laporan dari hotel jika ada WNA yang menginap, dan kami juga lakukan kunjungan rutin ke wilayah perbatasan. Kami siap berkolaborasi lebih erat dalam bentuk patroli gabungan dan pembangunan pos-pos keamanan di titik rawan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan pentingnya pemasangan CCTV di jalur rawan dan peningkatan edukasi kepada masyarakat perbatasan. “Sinergi lintas negara juga penting. Kerja sama dengan Papua Nugini harus terus diperkuat untuk menjaga stabilitas wilayah,” tutup Kompol Tofan.
Kunjungan ini menjadi langkah konkret Kemenko Kumham Imipas dalam memperkuat koordinasi pengawasan keimigrasian di kawasan perbatasan strategis demi menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.
