Jakarta, 9 Juni 2026 – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Sesmenko Kumham Imipas), R. Andika Dwi Prasetya, menegaskan bahwa Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya harus mampu menghasilkan pemimpin yang berintegritas, adaptif, serta memiliki kemampuan membangun kolaborasi untuk mendukung pelaksanaan tugas strategis kementerian.
Hal tersebut disampaikan R. Andika saat membuka pelaksanaan Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural Seleksi Terbuka JPT Madya di Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Selasa (9/6). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BKN Suharmen, Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN Mohammad Ridwan, Kepala Biro SDM, Organisasi, dan Hukum Kemenko Kumham Imipas Achmad Fahrurazi, para asesor, serta peserta seleksi.
Dalam sambutannya, R. Andika menyampaikan bahwa uji kompetensi merupakan salah satu tahapan penting dalam proses seleksi terbuka untuk memperoleh pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan dan kemampuan manajerial yang baik, tetapi juga memiliki kompetensi sosial kultural yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Menurutnya, tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks menuntut hadirnya pemimpin yang mampu mengelola organisasi secara efektif, membangun sinergi lintas sektor, serta beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi.
“Uji kompetensi manajerial dan sosial kultural bukan sekadar proses penilaian formal, melainkan sarana untuk mengukur kemampuan mengelola organisasi, membangun kolaborasi, beradaptasi terhadap perubahan, serta menjaga integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.
R. Andika menambahkan, Kemenko Kumham Imipas membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga mampu menjadi penggerak organisasi, memperkuat koordinasi antarkementerian dan lembaga, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

Sebanyak delapan peserta mengikuti proses uji kompetensi setelah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan tahapan seleksi sebelumnya. Kegiatan asesmen berlangsung selama tiga hari di lingkungan BKN dengan melibatkan asesor profesional yang melakukan penilaian secara objektif, transparan, dan akuntabel.
Sementara itu, Wakil Kepala BKN Suharmen mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan asesmen secara optimal dan menampilkan kompetensi kepemimpinan yang sesungguhnya. Ia juga mengimbau peserta untuk menjaga kondisi fisik dan mental selama pelaksanaan asesmen agar dapat menunjukkan performa terbaik.
Menurut Suharmen, hasil asesmen tidak hanya menjadi dasar dalam proses pengisian jabatan, tetapi juga merupakan bagian dari pengelolaan talenta ASN yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kompetensi dan karier di masa mendatang.
“Asesmen tidak hanya untuk pengisian jabatan saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan ASN ke depan. Karena itu, tampilkan kemampuan terbaik dan gambarkan kondisi kepemimpinan yang sebenarnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suharmen menegaskan bahwa ASN saat ini dituntut untuk semakin profesional, berintegritas, dan mampu bekerja secara kolaboratif dalam menghadapi dinamika organisasi yang terus berkembang.
“Kolaborasi sudah menjadi tuntutan. Kemampuan berkoordinasi, membangun kerja sama, dan menghadapi tantangan organisasi menjadi bagian penting dalam penilaian,” tegasnya.
Melalui proses seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel ini, Kemenko Kumham Imipas berharap dapat menjaring pemimpin-pemimpin terbaik yang mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas koordinasi lintas sektor, serta mendukung pencapaian tujuan strategis kementerian dalam memberikan pelayanan publik yang semakin profesional, efektif, dan berintegritas.
