
Jakarta, 10 Juni 2026 – Upaya mendorong perempuan agar lebih produktif, adaptif, dan mampu memanfaatkan berbagai peluang di era digital menjadi fokus dalam talkshow bertajuk “Perempuan Produktif di Era Digital: Mulai dari Mana?” yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pusat Statistik (BPS) di Kantor BPS. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai wawasan dan strategi praktis bagi perempuan untuk membangun kapasitas diri, mengembangkan potensi, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana untuk berkarya dan meningkatkan produktivitas.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas), Ny. Nova R. Andika Dwi Prasetya, turut hadir sebagai dalam kegiatan tersebut bersama para pengurus dan anggota DWP dari berbagai kementerian dan lembaga. Kehadirannya mencerminkan dukungan terhadap penguatan peran perempuan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan oleh Kalsum Dadang Hardiwan dan sambutan Ketua DWP BPS, Rahma Aprilana. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi talkshow yang menghadirkan Trisnia Anchali Kardia, Entrepreneur Professional Consultant, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Amchali menjelaskan bahwa era digital telah membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk bekerja, berkarya, dan menghasilkan secara fleksibel. Menurutnya, perempuan memiliki sejumlah keunggulan yang relevan dengan kebutuhan era digital, antara lain kemampuan berempati, multitasking, ketelitian terhadap detail, serta kemampuan membangun komunikasi dan storytelling.
Ia menekankan pentingnya membangun pola pikir yang tepat sebelum memanfaatkan berbagai perangkat dan platform digital. Tiga pola pikir yang perlu ditanamkan adalah keyakinan bahwa setiap perempuan layak meraih keberhasilan, fokus pada progres yang konsisten dibandingkan kesempurnaan, serta keberanian untuk menunjukkan karya dan gagasan di ruang publik digital.
Anchali juga memaparkan berbagai jalur produktif yang dapat dikembangkan perempuan sesuai dengan keterampilan, minat, modal, dan waktu yang dimiliki, mulai dari pekerjaan berbasis keterampilan melalui freelance dan jasa profesional, pengembangan produk digital dan UMKM berbasis daring, pembangunan personal branding sebagai kreator konten, usaha berbasis dropshipping, hingga investasi dan pengelolaan aset digital.
Pada kesempatan tersebut, Ny. Nova R. Andika Dwi Prasetya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang memberikan wawasan dan inspirasi bagi perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. “Transformasi digital menghadirkan banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang dan berkarya. Melalui kegiatan seperti ini, perempuan didorong untuk semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki, meningkatkan kompetensi, serta memanfaatkan teknologi secara produktif untuk memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak perempuan untuk berani memulai, mengembangkan potensi diri, serta memanfaatkan teknologi digital secara produktif. Dengan peningkatan kapasitas, literasi digital, dan pola pikir yang adaptif, perempuan diharapkan mampu mengambil peran yang lebih besar dalam menciptakan inovasi, memperkuat kemandirian ekonomi, dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, maupun pembangunan bangsa.
