Jakarta, 11 Juni 2026 – Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) menghadiri pembukaan Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (11/6). Kegiatan tahunan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi, promosi produk unggulan, serta pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha.
Dalam kegiatan tersebut hadir Sekretaris Kemenko Kumham Imipas, R. Andika Dwi Prasetya, Sekretaris Deputi Bidang Keimigrasian dan Pemasyarakatan, Nur Azizah Rahmanawati, serta Asisten Deputi Koordinasi Pemanfaatan, Pemberdayaan, dan Pelindungan Kekayaan Intelektual (P3KI), Syarifuddin.
Ketua Panitia Jakarta Fair 2026, Hartati Murdaya, menyampaikan bahwa Jakarta Fair menjadi ruang strategis yang mempertemukan pelaku UMKM, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.
“Jakarta Fair merupakan wadah untuk mempertemukan UMKM, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan pameran serupa di seluruh Indonesia,” ujar Hartati.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak seluruh masyarakat untuk turut memeriahkan rangkaian peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta melalui penyelenggaraan Jakarta Fair 2026. Ia menambahkan, Jakarta Fair memiliki nilai historis dan kultural yang penting bagi warga Jakarta maupun masyarakat Indonesia, dengan target nilai transaksi pada tahun ini dapat melampaui Rp8 triliun.
“Jakarta Fair bukan hanya ajang promosi dagang, tetapi juga simbol kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Pramono.
Pramono juga menyampaikan bahwa Jakarta saat ini terus berbenah dalam meningkatkan kualitas transportasi publik dan konektivitas perkotaan. Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap pembangunan dan penggunaan transportasi umum menjadi bagian penting dalam memperkuat mobilitas warga.
“Kota Jakarta terus berbenah untuk memperbaiki transportasi dan konektivitas. Karena itu, mari kita dukung pembangunan serta penggunaan transportasi umum,” katanya.
Senada dengan hal tersebut , Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Jakarta Fair hingga tahun 2026. Menurutnya, Jakarta Fair merupakan sarana penting dalam memperkuat perekonomian nasional.
“Jakarta Fair bukan hanya menjadi ajang kebanggaan, tetapi juga sarana strategis untuk memperkuat ekonomi nasional dan membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku UMKM,” ujar Maman.
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
“Pemerintah pusat akan terus bersinergi dan berkolaborasi untuk mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah,” tutupnya.
Sekretaris Kemenko Kumham Imipas, R. Andika Dwi Prasetya, menyampaikan bahwa kehadiran Kemenko Kumham Imipas dalam Jakarta Fair 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem usaha nasional, khususnya bagi pelaku UMKM yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia,
“Kemenko Kumham Imipas mendukung upaya penguatan UMKM agar semakin berdaya saing, sekaligus mendorong pelindungan kekayaan intelektual sebagai nilai tambah bagi produk-produk unggulan nasional, "pesannya.
Melalui koordinasi dan sinkronisasi lintas sektor, Kemenko Kumham Imipas berkomitmen memperkuat ekosistem usaha yang kondusif bagi tumbuh kembang UMKM sebagai pilar utama perekonomian nasional.
